Post kali ini berhubungan dengan konsep website. Menyambung postingan terdahulu yang berhubungan dengan bagaimana memulai bisnis online, kali ini penulis saya akan membahas tentang konsep.

Saya mengangkat topik ini, kebetulan sedang memiliki calon klien (Bandung) yang ingin memulai website. Proposal atau draft website sudah saya tampilkan dengan 2 alternatif pilihan layout dan desain. Ternyata beliau menolak desain saya, serta mengemukakan teori beliau tentang konsep website. Ceritanya beliau pengen membuat konsep dimana pengunjung bisa merasakan more experience, sehingga beliau meminta banner yang full animasi dan flash. Beliau panjang lebar membahas tentang konsep dan image, padahal saya tanya warna dasar websitenya saja, beliau bingung.

Informasi/content beliau, menurut saya top content. Saya yakin top content karena untuk level kota Bandung, informasi ini penting nya mirip seperti informasi harga valuta asing. Database beliau pasti sangat-sangat besar dan penting, bakal dicari oleh banyak orang yang saya yakin gak hanya dibutuhkan oleh penduduk kota Bandung, tapi juga kota besar lainnya.

Desain dan layout saya usahakan tampilan sekeren mungkin dan minimalis (tidak pake teknologi flash atau apa pun yang tidak memberatkan query ke database), namun beliau tidak suka dan tetap keukeuh ngotot pengen animasi dan flash yang serba wah, agar pengunjung betah karena disuguhkan entertainment menarik.

Yang pengen saya share di sini adalah, di era “content is the king”, tidak tidak perlu animasi yang wah. Mungkin benar orang bakal terpesona melihat animasi-animasi tersebut, tapi coba bayangkan jika pengunjung menutup website Anda karena loading time nya sangat lama, hanya karena animasi tersebut. Bagaimana animasi-animasi itu mau menebar pesonanya jika pengunjung tidak sempat melihatnya ???

Saya yakin content beliau, ditulis dalam bentuk teks hitam dan background putih saja, pasti dibutuhkan banyak orang. Atau mungkin proyek beliau saya garap aja gitu yah ??? :D